Kamis, 02-04-2026
  • Selamat datang di Website Posyandu Balita "Mangga". Website ini sebagai Media Edukasi dan Pencegahan Stunting di Posyandu "Mangga" Desa Tumpangkrasak Jati Kudus

Gambaran Umum

Kondisi Geografis

Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah merupakan satu dari 14 desa di Kecamatan Jati yang mempunyai jarak 6 km dari Kecamatan Jati dan 1 km dari kota Kabupaten. Secara geografis Desa Tumangkrasak sendiri terletak di perbatasan dengan :

Sebelah Utara : Desa Pedawang dan Desa Dersalam Kec. Bae;
Sebelah Timur : Desa Dersalam Kec. Bae dan Desa Ngembal Kulon Kec. Jati;
Sebelah Selatan : Desa Megawon Kec. Jati dan Kel. Mlatinorowito Kec. Kota.
Sebelah Barat : Desa Rendeng dan Kel. Mlatinorowito Kec. Kota.

Secara topografis Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus terdiri atas dataran rendah. Dengan ketinggian ± 31 m diatas permukaan air laut. Sesuai dengan letak geografis, dipengaruhi iklim daerah tropis yang dipengaruhi oleh angin muson dengan 2 musim, yaitu musim kemarau pada bulan April – September dan musim penghujan antara bulan Oktober – Maret.

Desa Tumpangkrasak dalam suatu sistem hidrologi, merupakan kawasan yang berada pada dataran rendah. Kondisi ini yang menyebabkan rawan terhadap bencana alam banjir pada musim penghujan.

Pola tata guna lahan terdiri dari Perumahan, Tegalan/Kebon, sawah dan penggunaan lainnya dengan sebaran perumahan sebesar 51,39 %, tegalan/kebon sebesar 0,57 %, sawah sebesar 41,38 %, dan penggunaan lainnya yang meliputi jalan, sungai dan tanah kosong sebesar 6,66 %

Keadaan Sosial

Peta Sosial dibuat oleh masyarakat karena masyarakatlah yang banyak mengetahui kondisi dimasing-masing daerahnya. Sehingga dalam peta sekaligus disepakati tanda-tanda agenda untuk peta sosial, misalnya tentang tanda/ simbol batas dusun atau desa, tanda jalan, perumahan, pertanian, ladang, tempat industri, kelompok-kelom pengrajin, letak potensi desa dan lain sebagainya. Masyarakat perlu menyepakati bila rumah masyarakat Sangat Miskin diberi simbol misal ½ lingkaran bawah diberi garis dua, Miskin diberi simbol ½ lingkaran bawah diberi garis satu, Hampir Miskin diberi simbol ½ lingkaran, Masyarakat Menengah diberi simbol segitiga, dan untuk Masyarakat Kaya diberi simbol bintang. Peta sosial ini memudahkan setiap orang/masyarakat sebagai media untuk melihat kondisi dan menganalisis kebutuhan dari masing-masing dusun/ kelompok masyarakat.

Kondisi Pemerintahan

Desa Tumpangkrasak terdiri dari 3 (tiga) Dusun, 7 (tujuh) RW dan 26 (dua puluh enam) RT, dengan potensi aparatnya terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Desa (Kades), 1 (satu) orang Sekretaris Desa (Sekdes), 5 (lima) orang Kepala Urusan (Kaur), 3 (tiga) orang Kepala Dusun (Kadus), 1 (satu) orang Pembantu Kepala Urusan (Pembantu Kaur) dan 1 (satu) Pelaksana Teknis Lapangan (Ladu), mempunyai jumlah penduduk 6.321 orang yang terdiri dari 3.058 orang laki-laki dan 3.263 orang perempuan, dan dengan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) berjumlah 176 RTM.

Berkaitan dengan proses fasilitasi pembuatan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tumpangkrasak merupakan kebutuhan yang mendesak terutama proses pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatit dan demokratis. Sehingga dokumen RPJM-Desa tersebut mendapat dukungan dan legalitas dari semua unsur masyarakat.

Bagan kelembagaan adalah suatu gambaran keadaaan peranan/manfaat lembaga-lembaga di desa bagi masyarakat. Sebagai alat untuk menggali masalah-masalah yang berhubungan dengan peranan/manfaat lembaga-lembaga di desa bagi masyarakat dan potensi yang tersedia untuk mengatasi masalah. Hasil kajian kalender musim adalah masyarakat dapat merumuskan masalah dan potensi yang dimiliki desa