Selasa, 09-06-2026
  • Selamat datang di Website Posyandu Balita "Mangga". Website ini sebagai Media Edukasi dan Pencegahan Stunting di Posyandu "Mangga" Desa Tumpangkrasak Jati Kudus

Selama 90 Hari, Balita Kurang Gizi dan Ibu Hamil KEK Dikawal dengan PMT Lokal

Diterbitkan : - Kategori : berita

Unit Pelaksana Tugas (UPT) Puskesmas Ngembal Kulon, Kabupaten Kudus terus mengawal keberadaan balita kurang gizi dan ibu hamil dengan resiko kurang energi kronis (KEK) agar terpantau kesehatannya.

Salah satunya, dengan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal, yang diadakan melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2023 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebesar Rp 425 juta.

PMT Lokal ini disajikan dalam bentuk hidangan matang yang siap disantap oleh balita dan ibu hamil. Sasarannya sendiri, ada sebanyak 100 balita kurang gizi dan 40 ibu hamil resiko KEK, yang tersebar di enam desa.

Enam Desa itu berada di Kecamatan Jati, meliputi Desa Desa Ngembal Kulon, Tumpangkrasak, Megawon, Jepangpakis, Loram Wetan, dan Getaspejaten. Dan merupakan wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon.

“Kita kerjasama dengan TP PKK Desa untuk pembuatan dan pendistribusian PMT ini,” ujar Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi, saat meninjau pembuatan PMT di Desa Tumpangkrasak, Selasa, 8 Agustus 2023.

Kamal menyebut, untuk menu sajian sendiri telah ditentukan oleh ahli gizi di puskesmas setempat dengan melibatkan bidan desa. Sehingga, ketercukupan kandungan nutrisi dan gizi dalam makanan bisa terpenuhi.

“Karena PMT Lokal dari BOK ini harus sudah berbentuk makanan matang dan bukan cepat saji, jadi kita kerjasama dengan masyarakat yang dalam hal ini TP PKK Desa untuk kegiatan di lapangannya,” tambahnya.

ebih lanjut, Kamal mengungkapkan bahwa pemberian PMT akan dilakukan selama 90 hari atau 3 bulan, dan dilaksanakan secara bergilir untuk masing-masing desa. Lalu, para kader juga diwajibkan memantau pendistribusiannya.

Para kader yang bertugas, lanjut Kamal, juga dibebankan untuk memberikan edukasi kepada sasaran penerima PMT, agar makanan yang diberikan harus dimakan dan habis. Jangan sampai dimakan oleh orang lain.

“Jadi tugasnya tidak hanya masak saja, tapi kesinambungan. Jangan sampai sudah dimasakin malah ternyata yang makan bukan sasaran, itu nanti tidak tepat sasaran namanya,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada menu sajian PMT yang disajikan oleh TP PKK Desa Tumpangkrasak pada hari ialah, berupa nasi bunga telang, capcay, sambal goreng tahu dan telur puyuh, serta jagung susu keju (jasuke). ***

sumber : https://zonanews.id/selama-90-hari-balita-kurang-gizi-dan-ibu-hamil-kek-dikawal-dengan-pmt-lokal/2/

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Lokasi Posyandu

Pengunjung Website

0 1 1 0 4 5
Users Today : 100
Users Last 30 days : 2409
Total Users : 11045
Views Today : 121
Views Last 30 days : 2890
Total views : 18144