Senin, 25-05-2026
  • Selamat datang di Website Posyandu Balita "Mangga". Website ini sebagai Media Edukasi dan Pencegahan Stunting di Posyandu "Mangga" Desa Tumpangkrasak Jati Kudus

Apa Saja Faktor Penyebab Stunting?

Diterbitkan :

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan terutama tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari tinggi badan anak seusianya. Dilansir dari data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kondisi ibu hamil yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi selama masa kehamilan, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai pola asuh anak.

Terdapat beberapa masalah kesehatan yang patut diwaspadai oleh ibu ketika masa kehamilan karena permasalahan tersebut dapat menyebabkan anak stunting atau gagal tumbuh pada anak. Ketika calon ibu memiliki riwayat anemia, hamil pada usia remaja, tekanan darah tinggi baik pada awal kehamilan maupun selama masa kehamilan, obesitas serta kurang energi kronik, berat badan kurang dari 45 kg pada awal kehamilan, ataupun jika menderita penyakit kronis, seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV. Hal tersebut, patut diwaspadai karena berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan premature.

Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, ketuban pecah, persalinan yang sulit, atau distosia, serta pendarahan. Perlunya persiapan calon ibu dengan kondisi sehat yang harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bahkan saat masih berusia remaja. Ketika masa kehamilan ibu perlu mendapatkan gizi seimbang dari segi jumlah serta variasi makanan yang di asup. jangan hanya dominan konsumsi nasi, akan tetapi perlu diimbangi dengan lauk hewani berupa daging, ikan atau telur, lauk nabati seperti tempe atau tahu yang dilengkapi dengan asupan sayuran, buah-buahan, dan batasi konsumsi minyak dan gula berlebih.

Selain itu, pola asuh adalah salah satu faktor utama penyebab stunting secara tidak langsung. Pemahaman ibu tentang bagaimana mengatur kesehatan dan gizi keluarganya sangat memengaruhi pola asuh dan status gizinya. Oleh karena itu, pendidikan diperlukan untuk meningkatkan perilaku yang dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Makanan, kebersihan, kesehatan, dan stimulasi psikososial adalah empat bagian penting dari pola asuh.   Praktik pengasuhan yang tepat sangat penting untuk daya tahan anak, perkembangan fisik dan mental, dan kesehatan yang baik. Pengasuh juga meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kualitas hidup anak secara keseluruhan. Sebaliknya, stunting dapat disebabkan oleh pengasuhan anak yang kurang, terutama jaminan makanan dan kesehatan anak.

Salah satu faktor tidak langsung lainnya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak adalah kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk air bersih dan sanitasi. Tingkat sanitasi lingkungan yang buruk berkontribusi pada tinggi rendahnya kejadian stunting pada anak. Peran kesehatan lingkungan yang mencakup pengelolaan sampah, sanitasi, dan sumber air minum, dapat mengurangi tingkat stunting anak di Indonesia. Menurut beberapa penelitian, balita yang tinggal di lingkungan yang tidak higienis memiliki risiko stunting yang lebih tinggi dibandingkan dengan balita yang tinggal di lingkungan yang higienis. Keluarga yang tidak memiliki fasilitas air bersih dan jamban yang baik lebih rentan terhadap resiko stunting daripada keluarga yang memiliki keduanya. Terbatasnya layanan kesehatan seperti pelayanan antenatal, pelayanan post natal dan rendahnya akses sanitasi dan air bersih juga merupakan penyebab stunting.

Referensi:

https://www.kemenkopmk.go.id/kejar-target-tahun-prevalensi-stunting-harus-turun-3-persen

https://fkkmk.ugm.ac.id/nutrisi-ibu-hamil-sebagai-upaya-pencegahan-stunting/ https://semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id/index.php/prosiding/article/view/523/493 

https://ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/405/245

Anggraini, Y., & Rusdi, P. H. N. (2020). Faktor sanitasi lingkungan penyebab stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 4(1), 13–16. https://doi.org/10.32536/jrki.v4i1.78

Susanto, S., & Adrianto, H. (2021). Faktor Risiko Dari Ibu Pada Kejadian Balita Stunting. Sriwijaya Journal of Medicine, 4(3), 143–149. https://doi.org/10.32539/sjm.v4i3.133

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan